Morning Call
Kalau berbicara tentang morning call, saya jadi ingat tentang servis hotel yang menelfon pengunjung di setiap kamar untuk membangunkan dengan mengucapkan selamat pagi. Tapi, kali ini saya tidak berbicara menganai servis hotel tersebut, melainkan lip service dari semua ibu di setiap belahan bumi dimanapun ia berada kepada anak-anaknya :p
Kebetulan 2 hari yang lalu saya mengunjungi saudara sepupu saya. Seorang ibu muda yang memiliki 2 orang anak. Seorang bocah laki-laki kelas 3 SD dan adik perempuannya kelas 2 SD. Pada pagi hari, di saat saya sedang nyenyak nya tidur, tiba-tiba kuping saya berdenging mendengar teriakan yang tampak familiar ketika saya masih bocah.
Nabiiilllllll…Laylaaaaaa…ayo bangunnnnnnnn nakkkkkkkkk…mau sekolah gaa??? mandi dongggg….!
Teriakan nyaring tersebut bukan saja membuat kuping saya berdenging, tapi juga mata saya terbelalak lebar karena kaget :p . Ketika saya sadar, bahwa baru saya yang bangun karena morning call tersebut sedangkan 2 bocah masih tidur pulas dengan mulut menganga pertanda morning call pertama tidak bekerja dengan baik. Tak lama kemudian, saya mendengar morning call susulan dari sang ibu…
Hadya Laylaaaaaaa…Nabil Adityaaaaaaaaaaaa…haduhhhhh, kok susah amat siih bangunnyaaa..ayo donggg bangunn,,mandiiii..nanti terlambat sekolah
Si ibu masih mondar-mandir ke seluruh ruangan rumah, ntah kenapa ibu-ibu selalu melakukan ritual mondar-mandir ini. Karena saya ga pingin dengar morning call susulan lagi, saya langsung bergegas menuju para bocah. Dengan lembut saya goyangkan badan mereka, lalu saya ucapkan pelan-pelang “bung nabil, adek layla..ayo bangun..kita mandi yukk” , dan tak lama mereka pun tersadar dari tidurnya. Melihat mereka sudah buka mata, saya pun menarik selimut mereka dan mereka pun beranjak dari kasurnya, tapi ternyata morning call susulan masih tetap tak tertahankan..
nabilll,,laylaaaa…..
dan para bocah menyahut dengan suara super lemas dan mata sipit sambil merengut
iya maaaa..kenapa sihh teriak-teriak…
Tiba-tiba pikiran saya melayang kembali ke masa lampau. Rutinitas pagi tersebut mengingatkan saya pada rutinitas yang pernah saya miliki di waktu kecil. Tepatnya selama saya masih bersekolah. Melihat raut muka keponakan-keponakan saya tadi membuat saya ingat betapa jengkelnya dibangunkan dari tidur di pagi hari dengan teriakan khas dari mama. Betapa kesalnya saya harus menyiram badan dengan air yang dingin. Betapa ribetnya harus menyiapkan seragam dan berangkat ke sekolah tepat waktu, dan betapa takutnya saya untuk mendengar omelan mama yang panjang lebar karena anak-anaknya ga bisa disiplin.
Suatu rutinitas yang pada akhirnya membuahkan hasil, paling tidak kepada saya pribadi betapa berharga nya waktu. Mengenal segarnya udara pagi untuk dihirup, dan dapat berdisiplin di setiap kondisi. Ahhh..proses yang panjang yang akhirnya telah saya lewati. Satu pelajaran saya dapatkan lagi, yaitu mengajarkan anak-anak untuk melakukan hal baik bukanlah mudah. Butuh proses panjang dan banyak waktu untuk itu.
Saya segera tersadar dari lamunan saya. Saya melihat keponakan saya masih mondar-mandir di depan saya dengan mimik yang sama namun mata lebih terbuka lebar. Mereka bolak-balik hanya untuk mengambil handuk dan pemanasan sebelum mandi. Dengan reflek pun saya sedikit berteriak..
Ayo dong bungg..adekk mandiiiii…
Ups, saya pun tertawa kecil karena ternyata saya sama saja dengan ibu-ibu lain..hihihii..
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.








yak ditunggu ya dedek nya buat nemenin Vio
hahaha… kok kita sama-sama cerita ttg anak kecil di postingan terbaru, ya? LOL
iya, ngajarin anak kecil itu ga mudah.
kebetulan aku punya adik yg masih kecil.
harus sabaaaarrr…
jadi sebenernya cara bangunin anak2 yg bener itu gimana? mending treak atau dibangunin baik2
engghh … aku masih dibangunin gitu loh :p
jadi pengen puny anak yah? ..eh … :))
huahahaha! nggak usah yang masih kecil dah! kemarin 2 minggu liburan dikampung halaman, hampir tiap pagi nyokap bangunin aku dengan cara teriak seperti itu! ohmaigaaaadd!! i am 22 years old! masih diteriakin!!
:p
wihihihihi ada yang sudah siap jg nih?
Ini bangunin Alaya yang baru 5,5 bulan aja susah bener, apalagi udah gede yak
morning call saya sekarang? alarm hape. thats it, thats all
hidup nge-kost itu sebenernya butuh banget morning call. soalnya pernah teladz gara2 bangun kesiangan
kayaknya mesti punya stun gun di rumah. kalau gak bisa bangun, setrum aja…
*sadis*
semoga anak gw gampang di bangunin *kayak ibunya*
*elus2 perut*
kunjungan pertama nih salam kenal
Jadi pengen ik…
hehehe… ketahuan dulunya kalo bangun harus selalu diteriakin… jangan2 kesekolah sering telat yaaaa :p hehehe…
Post terbaru Mengapa Kini Banyak Cumi
dalam beberapa taun lagi, lo juga bakal tereak-tereak gitu tiap pagi…. hahaha
berkunjung
Kalo di kosan aku gampang bangun sendiri. tapi kenapa kalo dirumah ga bisa kalo ga dibangunin ibu yaa hehhehe. dulu ibu sampe sempet kuatir anak gadisnya ga bisa bangun selamanya kalo ga dibangunin
Jadi moral of the storynya adalah apakah:
a. teriakan ibunya yang membangunkan mereka, atau
b. mengoyang-goyangkan badan anak-anak tersebut sambil berucap pelan-pelan menyuruh mereka bangun?