Setelah puas tinggal di Jawa dan telah melakukan beberapa travelling ke kota-kota sekitar Jawa Timur, saya dan keluarga pun mendapatkan kesempatan untuk menikmati lingkungan baru. Kebetulan sekali pekerjaan ayah saya yang mengharuskan untuk beliau pindah ke luar pulau Jawa membawa keuntungan buat ayah dan keluarganya untuk dapat menikmati hidup di pulau Sumatra.

Kota pertama di pulau Sumatra yang kami tempati adalah

1.BandarLampung

Kota kecil, pernah mendapatkan penghargaan Adipura sebagai kota terbersih, dan memiliki beberapa pantai yang bagus sebagai tempat wisata ini merupakan kota yang cukup nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Saya dan keluarga sempat tinggal di suatu komplek perumahan yang letaknya berada di dataran tinggi dan beruntung sekali karena dengan lokasi rumah kami tersebut, kami ga perlu jauh-jauh untuk liat indahnya lautan. Yup, cukup membuka pintu dan jalan beberapa langkah ke ujung kompleks, saya,kakak dan adik bisa bermain sambil menikmati cantiknya pemandangan :D. Dan memang kebetulan sekali Bandarlampung ini memiliki jalanan yang berbukit-bukit, jadi kalau kita jalan-jalan keliling kota Lampung di setiap tanjakannya kita bisa liat indahnya lautan dari kejauhan. Nice view, right? :)

Kota Lampung ini memiliki sedikit kemiripan dengan Kota Bogor (based on my own review) yaitu sama-sama kota angkot. Banyaknya transportasi umum berupa angkot kecil memang menguntungkan, karena penduduk dapat dengan mudah mengunjungi suatu tempat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Namun, perbedaannya dengan Bogor adalah angkot-angkot di Lampung lebih teratur, jadi penduduk ga terlalu merasa terganggu dengan banyaknya angkot. Satu lagi, di Lampung masih ada loh yang namanya becak ;). Kendaraan yang bebas polusi namun herganya lebih mahal daripada naek angkot. :)

2. Palembang

Belum puas tinggal di lampung, Ayah memboyong anak-istrinya pindah ke salah satu kota besar di Sumatra, yaitu Palembang a.k.a Kota pempek a.k.a kota wong kito galo :D.

Palembang itu kota besar, panas, berbudaya keras, dan sangat khas dengan logat melayunya.

Saya sangat menyukai berbagai macam makanan khas Palembang karena pas dengan lidah saya. Berbumbu, pedas, dan banyak macamnya.

Entah kenapa, walaupun kotanya sangat panas dan semrawutan dalam bahasa sehari-hari, saya sangat menikmati tinggal di kota ini. Mungkin karena lingkungan sekitar saya sangat menyenangkan, dan pada saat itupun saya masih remaja yang pikirannya masih main dan senang-senang. Padahal waktu jaman saya tinggal disana, belum banyak tempat hiburan yang bisa di rekomendasikan.

Kalau bicara Palembang sekarang, sudah banyak kemajuan. Salah satu kota dagang ini sekarang sudah memiliki banyak tempat wisata dan hiburan seperti benteng kuto besak, Mall-mall yang luas dan nyaman, dan masih banyak lagi tempat wisata yang sudah di percantik. Membuat saya makin kangen sama Palembang.

3. Bandung

5 tahun saya membuat kenangan di kota Palembang. Tahun 2002 saya memutuskan untuk kuliah di Ibukota tercinta.

Disela-sela kegiatan kuliah, saya menyempatkan waktu untuk ber-weekend ria ke Kota Bandung.

Bandung merupakan kota kecil yang sangat nyaman dan pas untuk di jadikan tempat berlibur dan belanja. Selain karena cuaca dan udaranya yang lebih sejuk dibandingkan dengan Jakarta, fasilitas untuk belanjanya sangat nyaman dan keren-keren.

Bandung terkenal dengan FO (Factory Outlet)nya, banyak sekali FO-FO di sepanjang jalan dan harga-harga barangnya pun relatif terjangkau. Setiap saya ke Bandung, saya selalu menyempatkan diri untuk wisata kuliner. Menu masakan disana bermacam-macam. Jajanan seperti batagor, cimol, otak-otak, brownies, masakan khas sunda benar-benar sangat menggugah selera dan yang lebih menariknya lagi  kebanyakan restoran di Bandung selain mengutamakan kualitas rasa juga menomor satukan pemandangan yang cantik.

Penduduknya pun ramah-ramah, maklum orang sunda memang terkenal dengan cantik-tampan dan halusnya, ini yang menyebabkan saya sangat kerasan untuk berlibur ke Bandung.

Tempat wisatanya juga banyak sekali, bisa dilihat disini seperti Kawah putih, Kebun Strawberry,dll. Bikin saya selalu ingin datang terus tiap weekend, karena memang ga cukup kalo cuma 2hari untuk datang ke semua tempat wisatanya. Pemandangan cantik dan udara yang sejuk memang paling klop.

4. Next, Yogyakarta..

the arrival

Beruntungnya saya memiliki pekerjaan yang dapat memfasilitasi akomodasi perjalanan keluar kota. :D

Memang si tujuan awalnya adalah pekerjaan, tapi yang namanya kesempatan keluar kota gratisan ga mungkin dilewatkan begitu saja, dan saya yakin banyak blogger yang mengalami hal yang sama ;).

Tahun lalu sekitar pertengahan 2008, saya dan teman-teman seprofesi mendapatkan tugas ke Yogyakarta. Setelah kami menyelesaikan pekerjaan, sisa waktu 1 hari 1 malam pun kami gunakan sebaik mungkin untuk hunting barang-barang dan makanan khas Jogja.

Karena waktu yang sempit, kami hanya sempat ke Malioboro dan cari oleh-oleh. Sedikit cerita pada saat terjadi tawar menawar pada salah satu pedagang batik di emperan malioboro, awalnya saya sedkit tertarik dengan salah satu batik lalu saya mulai memegang, dan tanya harga. Percakapan singkat sekali antara saya dan pedagang, mungkin sekitar 2 menit lalu saya memutuskan untuk tidak jadi membeli, karena saya pikir saya tidak terlalu membutuhkan. Akhirnya saya bilang “yo wis mas, maturnuwun nggih,saya liat2 dulu” sambil bergegas meninggalkan si mas-mas, dan eng-ing-eng dari langkah pertama saya sampe 1000 langkah *lebai mode on* saya diteriakin sama si mas-mas untuk balik lagi dan beli batiknya. Hahahaha, saya ga nyangka ternyata teknik menjual nya ga jauh beda sama pedagang souvenir di china town (yang akan saya ceritakan di postingan selanjutnya :p).

Selesai membeli batik dan souvenir lainnya, kami bergegas menuju Jl. K.S Tubun untuk membeli bakpia. Banyak sekali toko bakpia disana, dan kami memilih bakpia Djava sebagai oleh-oleh karena rasanya lebih enak dibanding dengan bakpia lainnya.

borong bakpia bareng temen-temen

borong bakpia bareng temen-temen

Jogja kotanya bersih, terkenal dengan nasi kucingnya, dan yang paling identik dengan Jogja adalah kota pelajar. Yang menarik buat saya, Jogja pada saat malam berbeda sekali dengan kota-kota lainnya. Jam 9 malam saya keluar hotel untuk sekedar ngopi  bareng sahabat2 saya kotanya udah sepi, jarang kendaraan yang melintas di jalan raya. Berbeda sekali dengan Bandung,Bogor,Depok, dan Jakarta pastinya.

Dan yang masih sangat saya sayangkan adalah saya belum sempat datang ke tempat wisata seperti candi  prambanan dll. Tapi tenang saja, saya sudah memasukkan dalam list saya untuk kunjungan ke Jogja dalam beberapa bulan kedepan. Jogja..i’m coming :)

next post : Going Abroad..

  • Share/Save/Bookmark

Related posts:

  1. hometown.. Setiap saya mengisi kolom “hometown” di setiap jejaring sosial, saya...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


17 Responses to “Jalan-Jalan part 2”

  1. di antara 4 kota di atas mana yang paling kamu senangi?

    Yogya merupakan salah satu kota yang saya sukai. Kenapa? karena itu pada dasarnya kota cita2 saya dari kecil untuk berkuliah. :D. Dan memang benar2 terasa kota mahasiswanya.

    Kalo Palembang.. hehe merupakan kota asal dan kelahiran saya. Err.. logat melayu saya begitu kental ya?

    Bandung. Saya baru 2 kali kesini. Karena saya tidak mempunyai keluarga disini. Jadi dari kecil tidak pernah diajak kesana. Kota yang menarik juga.. terutama utk shopper dan petualang

    Bandar Lampung. Hmm.. biasanya cuma numpang lewat antara perjalanan Palembang menuju Jakarta atau sebaliknya. Pernah bermalam 2 kali. Kotanya seingat saya kecil tapi yg paling menarik adalah… banyak pantai.. tidak seperti Palembang

  2. -GoenRock- says:

    Jogja itu enaknya, mau cari makanan apa aja deket, gampang & murah. Cari hotspot gratisan biarpun cuman ngupi secangkir & duduk berjam-jam banyak lokasi yang bisa dituju. Kalau kelaperan tengah malem, pasti banyak gudeg lesehan yang buka, Saya dulu favoritnya gudeg batas kota. Ntah sekarang masih ada atu ndak :D

  3. podelz says:

    Palembang:
    Tanah kelahiran, tanah dimana makanan berlimpah ruah :D:D…

    Yogya:
    suasana yang sangat menghibur bersama teman-teman satu kampus…

    Bandung:
    Baru kenal, tapi sudah kecap, cari baju enakan disini….

    Lampung:
    Ntah mengapa inget lampung inget pisang.. salah satu buah favourite saya.

  4. dita_disini says:

    saya ndak pernah pindah2 tempat tinggal, dari kecil di jakarta mulu… tapi kalo jalan2 sih pernah… cuman dikit tapinya, hehe

    bandung: masih enak buat jalan kaki, buat cuci mata juga enak… hehehe tapi kalo suruh tinggal dibandung ndak deh… ndak tahan sama lalulintasnya yg menyebalkan (secara saya kemana2 nyupir sendiri) banyak 1 arah nya…

    yogya: baru 2 kali doank ke sini, sekali pas karyawisata pas SMA, sekali lagi bareng ortu… di jogja kalo ketahuan turisnya, harga suka diketok… ndak sukah… ehehe… tapi enak kok disitu…

  5. cK says:

    wuah, kota-kota yang kamu sebutin itu pernah aku kunjungi juga dan semuanya punya keunggulan masing-masing. kapan kita wisata bareng? :mrgreen:

  6. niken makki says:

    denger chika pengen ke semarang,jadi pengen kesana juga..mari kita bernarsis bareng :D

  7. Ina says:

    Aku blom pernah ke Lampung.
    Aku blom pernah ke Palembang.
    Aku sudah ke Bandung.
    Aku juga sudah ke Yogyakarta.

    Jadi kemana kita selanjutnya,ken? :D

  8. itikkecil says:

    saya selalu cinta lampung walaupun saya tinggal di palembang…. ya, view di sana memang selalu menakjubkan…

  9. Triana says:

    yang belom dikunjungi Lampung sama Yogya..kapan ya bisa kesana (unsure)

  10. niken makki says:

    diniatin biar jadi :D

  11. niken makki says:

    semua kota suka,kalo untuk tmpt tinggal aku pilih bandung..:D

  12. niken makki says:

    oiya bener hotspot gratisan gampang banget :D..

  13. niken makki says:

    untung bukan inget gajah..:p

  14. niken makki says:

    jadi kamu sukanya yang mana?? :D

  15. cK says:

    ayuuuk niiik. kita bareng ke nikahannya F & Y… :D

  16. niken says:

    betull..ayo mba ke lampung,maen2 ke rumah :D

Leave a Reply