nunggu giliran
Akhir-akhir ini saya sering banget dapet undangan pernikahan dari teman-teman terdekat,teman2 masa kecil sampai teman2 baru saya, dan ga sedikit juga dari teman2 udah punya anak dan mereka mulai ngajarin anak2nya untuk manggil diriku tante. .(annoyed) .
Sebenernya, keadaan seperti ini sudah saya alami sejak saya masih kuliah, bahkan awal2 kuliah udah banyak temen yang married, tapi karena saya merasa dan memang masih muda
, jadi ga terlalu mikirin tentang pernikahan..tapi hidup terus berjalan dan waktu terus berputar maka sampailah saya pada saat sekarang.
Ok, saya sekarang tepat berada dalam keadaan atau suatu kondisi dimana saya merasa sangat “bergairah” dengan suatu hal yang disebut “PERNIKAHAN”. Banyaknya undangan, rasa tertarik pada segala sesuatu yang berbau tentang pernikahan mulai dari persiapan yang terkecil hingga yang terbesar, cerita pengalaman dari teman2 yang akan hingga sudah menikah, rasa “lelah” menjadi single fighter, dan lain2.
Banyak banget yang tanya kepada saya, “niken,kapan married?” atau ” buruan atuh married” , ” sampe “lo belom married,ken?” buat saya tambah pengen banget buru2 diajak married *lirik pacar* apalagi, kalo saya ngeliat profile teman2 saya di FB atau FS yang masang foto pra wedd,undangan,foto di atas pelaminan..gyhahaha..tambah mupeng.
Beruntungnya saya memiliki pasangan yang punya visi yang sama tentang suatu hubungan dan misi yang pas, setidaknya saya jadi bisa mulai merasakan apa yang teman2 saya pernah alami pada tahap awal sebelum mereka komit untuk menikah *hugs pacar*
Tapi ternyata memang ga mudah untuk sampai pada tahap atau jenjang pernikahan, banyak yang harus di pikirkan, yang harus dipersiapkan fisik,mental,keuangan, rencana minimal 5 tahun kedepan harus matang, kalo ngga yaaa..amburadul bisa2..
Belum lagi, tekanan mental untuk sang calon pengantin, yang biasanya ujiannya ya kebanyakan seputar orang ketiga, ntah itu wanita/pria lain,ata mungkin salah satu pihak keluarga yang kurang sreg sama keberadaan masing2 pasangan, dan masih banyak lagi. Hal2 seperti ini yang bikin saya dan mungkin kebanyakan orang jadi jiper untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Kalo dipikir-pikir menikah memang bukan suatu hal yang mudah, proses penyatuan dua pribadi yang berbeda, dua keluarga yang pasti memiliki keunikan tersendiri, proses mendirikan politik kecil dalam suatu rumah tangga, mungkin karena itu ya ujiannya berat, biar bisa tahan banting untuk hadapin cobaan2 setelah menikah. *mmpfffhh*
Tapi, menurut saya diatas semua itu, cuma satu yang di perluin tiap orang untuk membuka pintu menuju tahap yang lebih serius, yaitu keyakinan dari diri masing-masing apakah sudah siap untuk menikah atau belum. Karena,menurut saya kalo udah yakin,apapun bisa dilalui bersama2. Masalah kecil sampe besar pasti bisa terselesaikan.
Nah, untuk keyakinan mudah2an saya sudah yakin atas diri saya sendiri dan pasangan, yang jadi pertanyaan buat saya sekarang, kapan giliran saya untuk menikah?
Dan saya cuma bisa menunggu sembari berdoa
Doakan saya ya teman2
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.








ketahuan nih niken udah kebelet merit.
postingan ini sangat menyodok nyodok awank… :p
Salah satu tulisan menarik di dunia blog yang pernah saya baca. Penuh makna dan pesan disampaikan dengan bahasa yang ringan.
Alhamdulillah saya menjadi salah satu objek utama dalam tulisan di atas :). Memang pernikahan itu merupakan sesuatu rencana yang besar. Dan semoga jalan kita dimudahkan menuju ke arah sana ya nikenku. >:D<
Kalau niat kita baik. InsyaAllah disana akan ada kebaikan. Mohon doa temen2 juga ya.
jadi, kapan kawin?
nanana,,*siul-siul* :D..aminnn ya Rabb
GoenRock[berdoa]biar kaliyan berdua segera bisa menuju langkah selanjutnya
calon artis blog
niken! hahaaha.. ketahuannnnnnn
hohoho smoga lancar jalannya…
japri donk ‘itu’ nya
*mikir kado kawinan yg mesum* (ninja)
hahahha,,belom aja nih dia liat postingannya *tarik selimut*
alhamdulillah,,syukron ya mas gun
hahaha,,ini lagi si kak erik.. pake nanya ulang :p
*ngambil pulpen* mau tanda tangan dr sekarang?